Lomba

Lomba Website Aksara Lontaraq


Aksara Lontaraq berkembang di Sulawesi Selatan, disebut juga aksara Bugis, aksara Bugis-Makassar, atau aksara Lontaraq Baru. Aksara Lontaraq terutama digunakan untuk menulis bahasa Bugis dan Makassar, namun dalam pekembangannya juga digunakan di wilayah lain yang mendapat pengaruh Bugis-Makassar seperti Bima di Sumbawa timur dan Ende di Flores dengan tambahan atau modifikasi.Aksara ini merupakan turunan dari aksara Brahmi India melalui perantara aksara Kawi. Aksara Lontaraq aktif digunakan sebagai tulisan sehari-hari maupun sastra Sulawesi Selatan setidaknya sejak abad 16 M hingga awal abad 20 M. Aksara ini masih diajarkan di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari muatan lokal. Pada tahun 1997 aksara Jawa diajukan ke Unicode dan diterima tahun 2005 mulai versi 4.1.

Aksara Lontaraq berasas sulappa eppa wala suji yaitu berbentuk belah ketupat. Asas ini dikemukakan oleh Mattulada dalam disertasinya. Secara tradisional, aksara Lontaraq ditulis dari kiri ke kanan, tanpa spasi (seriptio continua) dan zig-zag atau tidak beraturan (boustrophedon) di akhir halaman jika penulis kehabisan ruang untuk menulis. Namun, penulisan modern sekarang kelah menggunakan spasi.

Memasuki era digital, aksara ini terus dikembangkan oleh komunitas pegiat aksara Lontaraq. Kini, pemakaian di perangkat digital sudah mulai marak. Lomba Website Aksara Lontaraq ini, salah satu tujuannya adalah untuk memperkaya konten aksara Lontaraq di internet. Siapa pun bisa mengikuti lomba ini dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Peserta lomba akan mendapatkan domain dan website gratis menggunakan aksara Lontaraq. Selain itu, pemenang lomba akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, smartphone, dan tropi.

Lomba ini terselenggara atas kerja sama Yayasan Aksara Lontaraq Nusarantara, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia yang didukung oleh UNESCO. Lomba ini juga merupakan bagian dari program bertajuk Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara (MIMDAN).

Lomba